Menjijikan

Tipikal orang indonesia jika sudah mendukung seseorang adalah bahwa orang yang dia dukung berasa paling benar, berasa bahwa dia (yang didukung) adalah yang paling baik daripada orang lain. 

Contoh paling gampangnya bisa dilihat ketika Pilkada Jakarta beberapa waktu yg lalu. Di mana masing-masing pendukung calon gubernur merasa cagub yg didukung adalah yg terbaik. Tak jarang mereka ‘menjatuhkan atau pun merendahkan’ cagub yg menjadi lawan yg didukung. 

Tapi di sini saya nggak akan bahas pilkada yg sudah berlalu tersebut. 

Yg lalu biarlah berlalu.

Kali ini saya mau bahas bagaimana orang-orang merendahkan, meremehkan seseorang yang seharusnya tak perlu dilakukan karena tentu saja mereka tak lebih baik dari orang yang mereka rendahkan. 

Ceritanya

Maverick Vinales (pebalap MotoGP dari tim Movistar Yamaha) mengatakan akan mencontek gaya balap Jorge Lorenzo di seri Mugello nanti. Berita ini dishare lewat salah satu akun yang menyediakan info tentang MotoGP di Instagram. 

Tebak bagaimana tanggapan para follower akun tersebut?  Nih saya kasih screenshot-nya.

Bisa dilihat bagaimana tanggapan sebagian besar para follower tersebut. Menjijikkan! 

Padahal sah-sah saja seorang rider MotoGP ‘mencontek’ gaya balap rider lain untuk mendapatkan hasil yg lebih baik. Lagipula, setahu saya hal itu tidak dilarang di dalam balapan MotoGP.

Kecuali kamu mencontek di ujian sekolah. Itu sudah jelas dilarang dan tidak baik.

Terakhir, jika kamu ingin tahu bagaimana karakter asli dari seseorang, lihatlah aktifitas mereka di sosial media. 

Sumber berita: https://www.instagram.com/p/BU0-XuClIVz/

Advertisements

Awal Mula

Awal mula, kenapa saya lebih memilih menjadi seorang Tukang Koding atau bahasa kerennya Programmer daripada menjadi seorang Desainer Grafis yang dulu ketika masa SMA, menjadi seorang Desainer Grafis adalah sesuatu yang kelihatan keren adalah ketika saya memulai untuk ngeblog.

Pertama kali mengenal bahasa pemrograman adalah ketika mencoba mengutak-atik template blog yang waktu itu masih memakai platform Blogspot (sekarang masih pakai sih).

Eh ngomong-ngomong ini adalah artikel pertama yang saya tulis sejak desember 2015 (lihat artikel terakhir sebelum ini ditulis tanggal berapa). Jadi, salam untuk teman-teman. Lama tak jumpa yaa #hah

Pertama kali ngeblog yang paling menjadi perhatian saya adalah desain templatenya sendiri. Karena tidak ada yang sesuai dengan keinginan, maka sebab itulah saya mencoba modifikasi sendiri template blog. Mulai dari sinilah awal mula saya mengenal bahasa pemrograman. Tapi hanya sebatas tahu mengubah layout dan warna saja.

Masa Kuliah

Pada masa kuliah pun saya masih belum tahu mau kemana sehabis lulus nanti. Bahkan pada 4 semester awal bahasa pemrograman yang saya kuasai hanya HTML, sedikit CSS, PHP paling dasar, Javascript cuma tahu tapi belum pernah coba praktek langsung (kalaupun praktek pasti banyak errornya).

Masuk ke 4 semester akhir keputusan pun diambil.

Memutuskan bahwa saya akan menjadi lebih baik dari orang-orang yang menginspirasi ketika itu. Ada berapa orang? bisa dibilang tak lebih dari 5 orang. 1 orang di kelas yang sama pada semester 1 kuliah, 3 orang di lain kelas, dan 1 orang adalah dosen saya sendiri.

Mereka berlima lah yang menginspirasi saya untuk menjadi lebih baik lagi dalam dunia pemrograman.

Belajar, belajar dan belajar tentang pemrograman. Jujur saja saya lebih banyak malesnya ketika belajar pemrograman. Yah, belajar pemrograman secara otodidak memang sudah pasti lebih banyak malesnya.

Penyesalan datang terlambat

Ternyata penyesalan memang datangnya terlambat, sial. Inilah yang saya sesali kenapa tak sungguh-sungguh belajar pemrograman dari awal-awal kuliah.

Ini saya rasakan ketika mulai mengerjakan Tugas Akhir/Skripsi. Ilmu pemrograman yang seadanya membuat saya hampir frustasi bagaimana memulai untuk mengerjakan skripsi ini.

Sialnya saya mengambil skripsi yg temanya tidak saya kuasai sama sekali. Inilah yg saya namakan “sok jago” (dan jangan ditiru). Pada akhirnya skripsi saya selesai tepat waktu dengan hanya mengandalkan yang namanya “The power of kepepet” kata kebanyakan orang.

Intinya adalah jika sudah memiliki target yang ingin dicapai,  segeralah untuk memulainya. 

First do it, then do it right, then do it better

 

Belanja Tak Semudah Ini Sebelumnya

Sebelum masuk ke era digital, kegiatan belanja adalah kegiatan yang membosankan dan melelahkan. Jangankan untuk belanja, nganterin orang (wanita) belanja saja malesnya luar biasa. Mereka terkadang bilang “cuma sebentar kok”. Yaaaa… memang sebentar, tapi ‘sebentar’ kata mereka itu minimal 30 menit. Jadi,
Continue reading

Internet Cepat Untuk Mahasiswa? Penting Banget! #GoForIt

Saya mengenal internet pertama kali ketika masih kelas 3 SMP, itupun secara tidak sengaja karena mendapat tugas tentang internet. Tak penting apakah internet itu cepat atau tidak karena memang gak penting-penting amat kebutuhan internet saat itu. Sekedar Facebook-an, dan jadi pemuda alay di dunia maya. Mengingat masa-masa itu membut saya ingin muntah.

Baru tahu internet di Indonesia lemot banget ketika pertama kali mencoba mengakses internet memakai modem dari salah satu provider. Download file aja kecepatan maksimumnya tak lebih dari 60 Kbps. Sekadar mengakses halaman facebook saja lamanya setengah mati. Continue reading