Si S diincar M, Bagaimana dengan I?


Selamat pagi, siang dan malam. Ketika memulai tulisan ini waktu sedang siang hari tepatnya jam 13.40. Ah, rasanya lama sekali tidak menulis di blog yang sudah tidak ada pembacanya ini. #ahaha

Kali ini gue mau nulis atau mungkin lebih tepatnya mengomentari tentang berita yang lagi hangat. Mumpung lagi hangat, gak seru kan kalau gak dikomentari?
Beritanya si Selo mau diangkut ke negara tetangga sebelah yg berinisial M. Malaysia, malaysia.

Sebelumnya, si Selo mobil listrik yang merupakan proyek dari Ricky Elson dan Dahlan Iskan ini sempat dinyatakan gagal lulus uji emisi. Gagalnya si Selo di uji emisi ini juga mematahkan mimpi bang Ricky dan pak Dahlan yang ingin si Selo diproduksi massal.

Setelah beberapa lama dari gagalnya si Selo dalam ujiannya. Muncullah berita yang mengatakan si Selo ini akan ‘diangkut’ si M tadi. Nah berita inilah yang akhirnya menjadi perbincangan publik dan akhirnya muncullah tulisan ini.

Dalam berita yang publish oleh Merdeka.com, kepala BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), Unggul Priyanto memberikan tanggapan yang menurut gue tak semestinya memberikan tanggapan seperti itu.

Nah tanggapan si pak Unggul ini adalah “Ya, gak papa. Lagian Malaysia juga gak jago-jago amat bikin mobil kan? Gak papa. Kalau pun untuk dijual, siapa yang mau beli? Berapa banyak yang mau beli?“. Bagaimana menurut kalian tentang tanggapan si pak Unggul ini?

Kalau menurut gue sendiri si pak Unggul ini belum pernah kenalan dengan Aburame Shino kali ya? Shino pernah bilang “Aku tidak akan pernah meremehkan lawanku sekalipun dia lebih lemah dariku“. Nah si pak unggul jelas sudah meremehkan ‘lawan’.

Nah tanggapan selanjutnya dari pak BPPT ini adalah “Jadi begini, mobil listrik kenapa belum waktunya jadikan industri, hal ini karena di negara maju sekalipun mobil listrik belum komersial. Kalau dibikin industri, saya rasa gak yakin bisa laku. Masalahnya kan juga kesulitan pada baterainya dan stasiun pengisian listriknya. Ini yang menjadi kendalanya. Tetapi, kalau riset saya setuju.

Untuk tanggapan kedua pak unggul, gue akan memberikan memberikan komentar dari orang lain mengenai tanggapan pak BPPT ini.

fredy

Mungkin benar apa kata bang Fredy di atas. Pikirannya terlalu konsumtif. Tidak ada jiwa inovatif untuk menghasilkan sesuatu yang mungkin nanti jadi kebanggaan kita sendiri. Toh kalau emang gak laku untuk waktu sekarang, ya didukung untuk pengembangan si Selo gitu. Siapa tahu mungkin suatu saat bisa lolos yang katanya ‘Uji Emisi‘ atau mungkin lebih tepatnya ‘Uji Komisi‘? ah entahlah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s