The Last Man


Mengenalmu benar-benar membuatku mengerti bagaimana seharusnya mencintai seseorang, bagaimana seharusnya menghargai seorang wanita. Sebenarnya tanpa harus mengenalmu pun aku sudah paham betul bagaimana menghargai seorang wanita, karena aku juga mempunyai seorang wanita, Ibuku.

Tapi kali ini berbeda. Kau yang bukan siapa-siapa, tak ada ikatan apa-apa denganku justru yang membuatku mengerti bagaimana mencintai seorang wanita yang seharusnya.

Bukan karena kamu cantik, bukan karena kamu pintar. Entah kenapa aku menyayangimu? Terkadang aku menulis hal-hal konyol seperti ini hanya untuk bisa diperhatikan olehmu.

Kau tahu aku menyayangimu, ya… walaupun aku tak pernah secara langsung mengutarakannya padamu, tapi aku yakin kamu tahu itu. Tapi yg perlu kamu tahu, aku tak pernah berharap menjadi “First Boyfriend” untukmu. Aku berharap akan menjadi “The Last Man” yang akan menemanimu dimasa depan nanti.

Semoga saja aku bisa mengatakan langsung didepanmu bahwa aku menyayangimu, dan semoga ini bukan sekedar harapan semu untukku.

Untukmu wahai calon kekasih halalku….

Advertisements

2 thoughts on “The Last Man

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s